Jumat, 26 April 2013

LINGKUNGAN GLOBAL: PILIHAN STRATEJIK

Posted by sjafri

Lingkungan global eksternal  memiliki pengaruh yang sangat besar pada keberhasilan perusahaan. Dengan perubahan-perubahan yang saat ini terjadi dan makin meluasnya fenomena global, perusahaan menghadapi banyak tantangan yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya. Kemampuan perusahaan untuk menerapkan atau mengubah strategi untuk mengkompensasi atau mengambil manfaat dari perubahan-perubahan akan menciptakan keberhasilan dan bahkan kelangsungan hidupnya. Dengan kata lain bagaimana perusahaan harus bersikap terhadap setiap perubahan yang ada agar tidak merugi.

Sebuah perusahaan membuat keputusan strategis sehubungan dengan lingkungannya. Setiap keputusan itu disiapkan agar terjadi keterkaitan antara fenomena lingkungan dan apa yang perlu dilakukan perusahaan dalam mengembangkan arah dasar dari perusahaan. Perusahaan dapat mengembangkan beberapa sikap strategis dalam hubungannya dengan lingkungan, yaitu sebagai berikut:

  1. Perusahaan dapat menerapkan strategi bertahan. Para perusahaan yang ber- status quo berfokus pada strategi sesuai kompetensi  dari produk tertentu yang sementara ini menjadi andalan. Dan secara taatasas mempertahankan posisinya di pasar untuk “melawan” para pesaingnya, pemerintah, dan sebagainya. Misalnya pabrik rokok manual bertahan menghadapi pesaingnya yang menggunakan alat mesin.
  2. Sebuah perusahaan dapat menjadi seperti peneliti. Para peneliti selalu mencari kesempatan pasar yang baru dan agresif mencari upaya untuk mengembangkan produk dan pasar baru. Misalnya, pada saat harga karet alami sangat tinggi, ditemukanlah bentuk karet buatan (karet sintetis) dan pasar baru untuk jenis karet tersebut.
  3. Sebuah perusahaan dapat menerapkan sikap sebagai analis. Penganalis memiliki kepribadian yang terbagi-bagi. Mereka memiliki satu produk di pasar yang stabil dan di pasar yang berubah. Di pasar stabil mereka beroperasi secara rutin, sedangkan di pasar yang berubah dengan cepatnya mereka memperhatikan para pesaing dan  mengadaptasinya sebisa mungkin.
  4. Sebuah perusahaan dapat menjadi pereaksi. Para pereaksi melihat perubahan-perubahan pokok di lingkungan mereka, tetapi memiliki kesulitan menghadapi perubahan yang cepat. Namun, mereka cukup siap untuk memenuhi perubahan itu.

Penerapan profil strategi di atas akan memengaruhi strategi SDM. Para Status Quo menginginkan secara agresif dari spesialis terlatih di dalam industri untuk memproduksi dan memasarkannya pada kondisi lingkungan terbatas. Para peneliti menginginkan jenis orang yang memiliki jiwa wirausaha sekaligus peneliti yang siap mengambil resiko untuk mengembangkan produk pasar yang baru, sedangkan penganalisis menilai stabilitas dan inovasi di kalangan karyawan (tergantung pada di mana para karyawan bekerja) perlu dikembangkan. Sementara para pereaksi menginginkan karyawan-karyawan yang kurang resisten atau yang siap menghadapi secara positif terhadap perubahan yang dijalankan perusahaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komentt yoo..