Selasa, 16 April 2013

The Complex Resource-based View: Implications for Theory and Practice in Strategic Human Resources Management




Barry A. Colbert
York University


SHRM telah diprediksikan dalam dua tuntutan fundamental :
1.Ide bahwa HR organisasi merupakan kritik stragtegi yang penting- skill, perilaku dan interaksi pekerja,keduanya potensial dalam memberikan dasar formula penerapan strategi.
2.Diaykini bahwa praktek HRM perusahaan merupakan instrument dalam kemampuan mengembangkan strategi,hal ini merupakan kumpulan human resources.

Sebuah dasar teoritikal yang lebih kuat telah membantu untuk mengaskan tuntutan yang pertama,dilanjutkan yang kedua dan meningkatkan fokus dan efektifitas penelitian dan praktek HRM, dan hal ini dapat membantu perusahaan untuk lebih mengembangkan keefektian konteks bagian operasi.
Paper ini menyampaikan RBV dengan mengingat aspeknya yang sulit melalui lensa kompleksitas (Kauffman,1992) Kompleksitas merupakan bidang penelitian meliputi studi kompleks system adaptif, dalam beberapa yang dapat dilihat pada: ekonomi, ekosistem, termodinamikal system atau alogaritma pada computer.Tujuan paper ini menyampaikan implikasi untuk penelitian dan praktek suatu SHRM yang kompleks, perluasan system RBV.Penulis menunjukkan konsep kompleksitas yang  meluruskan secara baik dengan beberapa kritikal aspek yang sulit dalam RBV,seperti causal ambiguity,social complexity,and system-level resources, explicitly invinite a more complex,less reductive view of organization.dua factor penting :pertama, hal ini mengizinkan kita untuk reframe RBV dalam suatu cara yang menerima beberapa aspek strategic yang penting. Kedua,ini merupakan kumpulan dasar untuk integrasi kompleksitas dalam mode teori yang umum dalam SHRM..

APPLIED DOMAIN :SHRM
Key Question in SHRM
Apa efek praktek HR dalam pengembangan human resources perusahaan? Praktek HR yang mana dapat memberikan kinerja organisasi yang lebih besar? Untuk tingkat apa tergantung pada strategi perusahaan? Bagaimana perusahaan memastikan praktek HR nya fit dengan strateginya? Bagaimana memastikan bahwa praktek individunya fit antara satu dengan yang lain? Harus bagaimana atribut perusahaan yang berdasar human resources selalu sejalan dengan strategi prioritas, atau dapatkah stock skill knowledge, dan interaksi mendorong pada tujuan strategi?

The RBV: An integrating Ground for SHRM
RBV telah mambantu membangaun sebuah produktivitas jembatan teoritikal antara bidang strategi dan HRM dan ini sebagai sebuah latar belakang atau mengintegrasi dasar yang beerlawanan pada teori SHRM dan riset yag dijelaskan
RBV menyatakan bahwa mengembangkan kompetitive advantage sebuah perusahaan tidak hanya mengembangkan, mengkombinasikan dna secara efektif menyebarkan physical, human dan sumberdaya perusahaan yang menambah nilai keunikan dan sulit untuk ditiru competitor.Banyak resource-based berargumen bahwa sumberdaya manusia hal yang sulit difahami dan ditiru competitor.hubungan yang kuat dan nnyata untuk RBV pada bidang SHRM dalam dua cara 1) hal ini merupkan bagian peran SDM dalam pertanyaan strategi, meningkatkan pentingnya riset dan praktek SHRM.2) Hal ini mendorong lebih relevan untuk HRM,

Diemensi teori SHRM
Pertama,ide implicit pada bidang SHRM.Delery dan Doty(1996) mengidentifikasi tiga mode-universal,kontingensi dan konfigurasi- dapat dilihat pada batasan riset. Explicit dijawab oleh penulis yang respektif.
Kedua konsep merupakan satu level abstraksi dalam system HR, meliputi prinsip,aturan dan praktek. Deangan membawa kedua konsep bersama pada latar belakan RBV, kita dapat mengidentifikasi ruang untuk kontribusi ide dari kompleksitas.

Modes of Theorizing in HR Research

Universalistic perspektif
Menurut pendekatan universalistic,”strategi praktek HR” ang ditemukan untuk seccara konsisten dapat menghasilkan kinerja organisasi yang lebih tinggi, independent pada strategi organisasi.
Riset menurut perspektif ini telah penting untuk mengidentifikasi praktek HR lain yang pantas, tetapi hal ini tidak memberi kontribusi yanglebih banyak pada strategi HRM, Jika kita mengambil strategic untuk mengartikan praktek yang berbeda perusahan dengan industri dan yang dapat mempertahankan keunggulan kompetitif.

Contingensi  perspektif
Kontingensi perspektif menggambarkan garis kausal dari aturan dan praktek HR untuk metrics kinerja organisasi dal hal ini untuk memoderasi efek strategi.
Konfigurasional perspektif
Konfigurasi perspektiffokus pada pola praktek HR yang bersama-sama membentuk internal konsistensi dan menggambarkan sebuah korelasi antara pola dan kinerja organisasi tersebut. 

Opportunities for extending the RBV and SHRM
Ketika RBV fokus pada perhatian sumberdaya perusahaan dan menyediakan sebagai dasar integrasi untuk teori dan praktek, hal ini  keterbatasan yang serius untuk bidang ini : ini menawarkan sedikit yang eksplisit, pada cara pandang manager, ini tidak menjawab pertanyaan “bagaimana” central untuk SHRM.dalam menilai isu yang fi untuk SHRM. Delery mengatakan bahwa “selama RBV memberikan dampak yang baik, menjelaskan pentingnya sumberdaya manusia untuk kompetitif perusahaan, hal ini tidak secara special deal dengan bagaimana organisasi dapat berkembang dan mendukung sumberdayanya yang dibutuhkan untuk keunggulan bersaing (1998:290).
Sekarang mereview kontribusi RBV pada penelitian SHRM,Wright et.al.menyimpulkan bahwa mengambil RBV lebih dalam pada penelitian SHRM “memerlukan pengakuan bahwa tidak dapat ditiru kompetensi organisasi dapat mencegah dari tidak dapat diobservasi(causal ambiguity), complexity (social complexity) dan/atau menekan keidakekonomisan (path dependence)”(2001:709). Tantangan bagi peneliti dan manager adalah untuk mencari level prescripsi bahwa mempertahankan niali strategic RBV tanpa mencurugai nilai intinya.
Empat aspek penting yang diidentifikasi pada strategi SHRM:
  1. Fokus pada kreatif sebaik adaptive aspek RBV
  2. Secara pusat pada komleksity dan ambiguity pada pemikirannya
  3. pentingnya disequilibrium, dynamism dan path dependence
  4. Ide tingkat karakteristik system
Hal ini empat kritikal tetapi aspek yang sulit dalm RBV, secara general dan dapat diterapkan pada SHRM, bahwa konsep dari kompleksitas yang terbaik. Mengikuti sesi selanjutnya penulis secara jelas mengelaborasi masin-masing aspek itu kedalam aspek dasar untuk integrasi ide dari kompleksitas system
  1. Focus on creativity and adptivity
  2. Centrality of complecsity and causal ambiguity
  3. importance disequilibrium, dynamism and path dependence
  4. Idea of system-level characteristic

Complexity as an extension of the RBV
Tdak ada satu kesatuan teori complexity. Complexity teori secara general menunjukkan batasan kerja bidang ini sebagai teori yang kacau,sibernatic dan dynamic system teori. Meliputi ilmu complexity,tetapi tidak ada batasan, studi kompleks system (CAS)- system yang ditandai dengan hubungan jaringan yang independent, interdependen dan berlapis-lapis. Dengan kata lain “complex adaptive system” adalah signifikan. Complex diartikan lebih dari complicated, ini menggambarkan sebuah system dengan komponen agen operasi dengan beberapa pengukuran otonomi baik dalam hubungannya dengan komponen yang lain- ini adalah independently dan interdependently.
Pada umumnya, CAS merupakan terdiri dari :
“Beberapa agen, yang masing-masing berjalan menurut prinsipnya sendiri pada interaksi local. Tidak ada agen individu,atau agen group,menentukan pola perilaku system sebagai bagian yang diperlihatkan atau bagaimana menyusun pola tersebut, dan juga sesuatu yang diluar system”
Complex system merupakan karakteristik dua fitur :1) sejumlah agen interaksi dan 2) Adanya perubahan,timbulnya property yang dapat diobservasi-penampilan bentuk/pola karena perilaku komponen sistem yang kompleks (Morel &Ramanujam,1999).

Complex RBV:Heuristics for building system-level resources
Pendukung RBV mengatakan bahwa aliran keunggulan bersaing dari potensi kreatif yang tersembunyi dan kemampuan idiosyncratic (synchronous dengan konteks spesifik) dan bahwa strategi sumberdaya harus dapat bernilai,jarang,tidak dapat ditiru dan organizationally lavarage (Barney &Wright,1998). Complex RBV fokus pada proses kompleks yang membangun tingkat system sumberdaya sepanjang waktu. Nilai sumberdaya didasari pada sincronisitty mereka dengan konteks operasi perusahaan; mereka tidak dapat ditiru telah dilindungi karena mereka tidak dapat dilekatkan keamanan pada interaksi yang kompleks dalam organisasi. Management heuristics digambarkan dari kompleksitas dapat mempengaruhi membangun system organisasi dan mempengaruhi strategi sumberdaya. Pendapat organisasi sendiri dalam frame komplexitas kita bertanya untuk berfikir sebuah organisasi pada orientasi sedikit cara dan mengakui bahwa system social organisasi merupakan konstruksi yang diterapkan antara tujuan,pilihan dan tindakan semua pelaku organisasi.
 

Complexity Applied in SHRM
Figure 1 dibawah menjelaskan hubungan framework untuk menggambarkan SHRM lebih cepat.mode teori, dengan menambahkan frame complexity,keastuan tingkat abstraksi.RBV menunjukkan baik sebagai dasar mengintegrasi untuk berbagai macam mode teori.Diucapkan dalam RBV dengan tingkat yang lebih tinggi (lebih dari general, lebih abstrak) tujuan …..

Menambah sebuah complexity view untuk memperluas batasana konsiderasi HR system dimana domain system interaksi menyebabkan diterima sebagai kritikal dan menganjurkan bahwa property dan dynamic system itu kompleks, tidak dapat diprediksi,dan terkadang tidak dapat diperkecil lagi bagian komponennya. Sehingga melakukan analogical abstraction dengan harapan kita memasuki tingkat abstraksi yang tepat-dalam kasus ini tingkat prinsip. Prescription disini difokuskan pada prinsip proses :management heuristics untuk memelihara kehidupan kompleks system.


Implication for SHRM Research
Prinsip  dapat menjadi explicit atau diterapkan tergantung pada sophistication system HR perusahaan. Prinsip dalam tindakan dapat dinilai untuk “complexity content” framework yang disarankan dalam artikel ini  menjelaskan relative  perilaku yang muncul dan mmenyesuaikan diri pada kondisi yang sekarang. Data kualitatif dari pelaku dalam perusahaan dapat digunakan membentuk persepsi kolektif strategi sumberdaya dan nilai mereka untuk kinerja perusahaan, kelangkan mereka dan mengkontribusi pada keadaan agar mereka tidak dapat ditiru, tanpa mencoba untuk memecahakan secara analitikal causal ambiguity.perbandingan data kualitatif dan kuantitatif dalam tingkat kinerja perusahaan yang tinggi dan rendah pada industri yang sama dapat dibentuk untuk tes secara general dan untuk membantu konstruksi yang lebih spesifik.
Lebih signifikan dan dapat digeneralisasikan studi ini tidak hanya bagian prinsip mereka tetapi proses dalam perusahaan dalam membuat prinsip (ex: siapa yang dilibatkan,kapan batasan waktu,melalui apa dialogic prosesnya dan inputnya berdasarkan apa) dan proses selanjutnya mengartikan prinsip tersebut pada aturan HR dan praktek. The dynamic capabilities view, penekanan yang lebih cepat,dapat lebih penting diterapkan menggunakan framework yang telah dipaparkan disini, dengan satu fokus pada prinsip HR, peneliti mendokumentasikan pembuatan prinsip dan interpretasi proses sebagai strategi kemampuan dynamic. Proses tersebut merupakan kombinasi dari intention, pilihan dan tindakan agen dalam dan luar perusahaan yang mengarahkan pengembangan HR system sepanjang waktu,sepanjang jalur bahwa unik dan idiosyncratic untuk operasi lingkungannya- sebuah pendekatan RBV yang kompleks menuju pada pertanyaan “bagaimana” sehingga penting bagi SHRM.

Conclusion
Tujuan artikel ini telah menawarkan sebuha framework yang general untuk memperluas bidang SHRM melalui pendekatan complexity berdasarkan prinsip.penulis telah memikirkan menghubungkan dua bidang studi ini berdasarkan pada kesesuaia kunci fitur RBV,batasan strategic secara umum untuk SHRM, dan fitur kunci dari studi living complex system. Artikel ini fokus pada bagian ide yang relevan untuk SHRM, memperluas RBV melalui komplexitas juga penerapan untuk strategi secara umum.tugas selanjunya masih panjang meliputi sebuah kompleks,tingkat prinsip formula strategi dan dinamika penerapan strategi. Framework disini dibangun untuk memperkenalkan prinsip kompleksitas  abstraksi level yang tepat pada system HR. Mengiluti garis penelitian dalam SHRM yang fokus pada coheren HR system,dengan memasukkan perspektif living-system,membantu untuk memberitahukan cara organisasi dipelajari dan untuk meningkatkan cara mereka mengaturnya.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komentt yoo..