Selasa, 16 April 2013

Curreny Approaches to HR Strategies : Inside Out Versus Outside-In



Patrick M. Wright, Scott A. Snell, and Peder H.H. Jacobsen
Center for Advanced HR Studies, School of Industrial and Labor Relations,
Cornell University


Artikel ini memberikan gambaran bagaimana suatu perusahaan dapat berpindah /bergerak dari HR fokus ke suatu fokus startegi bisnis. Sejak Jim Walker  (1980) mengatakan bahwa HR strategi dalam organisasi di kembangkan dari perencanaan HR. Fungsi HR mendapatkan tempat pada setiap aktifitas organisasi dengan strategi bisnis perusahaan, yang mana HR strategis menjadi amat progresivelly dengan strategi bisnis.

Yang menjadi fokus perhatian  dalam artikel ini adalah  konsep pendekatan INSIDE OUT VERSUS OUTSIDE IN. Pendekatan Inside Out adalah : Pendekatan pada saat sekarang yang mana dalam pengertian  HR  sebagai  skill , process dan teknologi. (Status Quo HR function) sedangkan konsep pendekatan Outside In adalah : suatu strating point dalam bisnis yang terkait dengan Costumer ,Competition , dan People issue. Pada sisi ini HR strategis secara langsung mendapat tantangan dan mengkreasikan solusi nyata serta menambahkan real value pada kreasi itu (value creation).  Pendekatan ini tidak hanya sekedar pada issue saat ini / yang didapatkan dalam bisnis tetapi HR strategies dapat dikembangkan pada bagian lain, jadi tidak pada satu sisi saja. Pendekatan ini tidak dapat menjangkau lebih jauh dari  bisnis tetapi  dapat dibedakan dengan bisnis sehingga fungsi HR diperlukan kerja keras dalam mencapai tujuan itu.

Pada 1985 Golden dan Ramanujam melakukann studi pada 10 perusahaan dalam rangka menilai hubungan antara HR dan bisnis, dengan fokus pada proses struktur yang berhubungan dengan issue dan mendeskripsikan 4 (empat ) dari hubungan itu yakni : Administrative linkage, The one way Linkage, The two way linkage, dan Integrative linkage.
            Beberapa tahun kemudian Buller (1988) memfolloow up studi  Golden dan Ramanujam dan menggunakan kategori skema yang sama, Buller menemukan bahwa tidak satupun dari (8 delapan perusahaan dalam studinya) yang memiliki  hubungan dengan 3 (tiga) ,3 (tiga) dan 2 (dua) dalam hubungan One Way ,Two Way, dan Integrative.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komentt yoo..