Minggu, 14 April 2013

NOMOR ATOM DAN NOMOR MASSA



a. Nomor Atom
   Jumlah proton dalam suatu atom disebut nomor atom atau nomor proton. Jumlah proton khas bagi setiap unsur. Artinya, atom – atom dari unsur yang sama mempunyai jumlah proton yang sama tetapi berbeda dari atom unsur lain. Nomor atom unsur – unsur dapat dilihat pada tabel periodik. Oleh karena suatu atom bersifat netral, maka jumlah elektron sama dengan jumlah proton. Jadi, nomor atom juga menyatakan jumlah elektron dalam suatu atom.
Rounded Rectangle: Nomor atom = jumlah proton = jumlah elektron
 



b. Nomor Massa
                 Telah disebutkan bahwa proton dan neutron mempunyai masa yang sama, yaitu masing – masing sekitar 1 sma (massa proton = 1,0073 sma ; massa neutron = 1,0087 sma). Sedangkan massa sebuah elektron sangat kecil, yaitu 5,486 x 10-4 sma. Oleh karena itu, masa sebuah atom praktis hanya ditentukan oleh massa proton dan neutronnya, sedangkan massa elektron dapat diabaikan. Jumlah proton dengan neutron dalam suatu atom di sebut nomor massa.
Rounded Rectangle: Nomor massa = jumlah proton + jumlah neutron
 


MENGKASIFIKASIKAN UNSUR ATOM
a. Isotop
                        Salah satu teori Dalton menyatakan bahwa atom – atom dari unsur yang sama memiliki massa yang sama. Pendapat Dalton ini tidak sepenuhnya benar. Kini diketahui bahwa atom – atom dari unsur yang sama dapat memiliki massa yang berbeda. Fenomena semacam ini disebut isotop.
                        Isotop adalah unsur – unsur sejenis yang memiliki nomor atom sama, tetapi memiliki massa atom berbeda atau unsur – unsur sejenis yang memiliki jumlah proton sama, tetapi jumlah neutron berbeda. Sebagai contoh, atom oksigen memiliki tiga isotop, yaitu:  16O8   17O8   18O8

b. Isobar
                        Isobar adalah atom dari unsur ( mempunyai nomor atom berbeda ), tetapi mempunyai nomor massa yang sama. Sebagai contoh :
                    14C6  dengan  14N7  dan  24N11  dengan  24Mg12

            c. Isoton
                        Isoton adalah atom dari unsur yang berbeda ( mempunyai nomor atom berbea ), tetapi mempunyai jumlah neutron sama. Sebagai contoh : 13C6 dengan 14N7 dan 31P15 dengan 32S16.
                    13C6 = 13 – 6 = 7
                    14N7 = 14 – 7 = 7
                    31P15 = 31 – 15 = 16 
                    32P16 = 32 – 16 = 16


MASSA ATOM DAN MASSA ATOM RELATIF
                        Dalam perhitungan kimia, kita tidak menggunakan massa atom absolut, tetapi masa atom relatif. Massa atom relatif adalah perbandingan massa atom yang satu terhadap massa atom yang lainnya. Massa pembanding yang telah ditentukan adalah 1/12 dari massa 1 atom C-12. Oleh karen pada umumnya unsur terdiri dari beberapa isotop, maka pada penetapan massa atom relatif digunakan massa rata – rata dari isotop – isotopnya. Dengan demikian, massa atom relatif adalah perbandingan antar massa rata – rata dari 1 atom suatu unsur terhadap 1/12 massa 1 atom C-12.
                        Ar Unsur X = massa rata – rata 1 atom unsur X
                              1/12 massa 1 atom C-12
                        Satu per duabelas massa 1 atom C-12 ditetapkan sama dengan 1 sma, maka definisi di atas di tulis sebagai berikut :
                        Ar Unsur X = massa rata – rata 1 atom unsur X
                                                                 1 sma
                        Dengan menata ulang persamaan di atas, diperoleh :
                        Massa rata – rata 1 atom unsur X  = Ar Unsur X x 1 sma
                        Dengan kata lain, massa atom relatif suatu unsur merupakan massa rata – rata dari 1 atom unsur itu dalam 1 sma.

KONVIGURASI ELEKTRON
                        Dalam model atom dikenal istilah konfigurasi elektron, yaitu susunan elektron pada masing – masing kulit. Data yang digunakan untuk menuliskan konfigurasi elektron adalah nomor atom suatu unsur, di mana nomor atom unsur menyatakan jumlah elektron dalam atom unsur tersebut. Sedangkan elektron pada kulit terluar dikenal dengan sebutan elektron valensi. Susunan elektron valensi sangat menentukan sifat – sifat kimia suatu atom dan berperan penting dalam membentuk ikatan dengan atom lain.
                        Untuk menentukan konfigurasi elektronsuatu unsur, ada beberapa patokan yang harus selalu diingat, yaitu :
                 a. dimulai dari lintasan yang terekt dengan inti, masing – masing lintasan disebut kulit ke-1 ( kulit K), kulit ke -2 ( kulit L ), kulit ke-3 ( kulit M ), kulit ke-4 ( kulit N ), dan seterusnya.
                 b. Jumlah elektron maksimum ( paling banyak ) yang dapat menempati masing – masing kulit adalah  2n2
                        n = nomor atom
Kulit K dapat menampung maksimal 2 elektron
Kulit L dapat menampung maksimal 8 elektron
Kulit M dapat menampung maksimal 18 elektron, dan seterusnya.
              Kulit yang paling luar hanya boleh mengandung maksimal 8 elektron.
                       Aturan – aturan dalam pengisian konfigurasi elektron :
                        1. Pengisian dimulai dari tingkat energy paling rendah ketingkat energy paling tinggi dari kulit K, L, Mdan seterusnya.
                      2. Jika jumlah elektron yang tersisa <= 8 di tempatkan pada kulit berikutnya.
           3. Jumlah maksimum elektron pada kulit terluar adalah 8.
ELEKTRON VALENSI
                        Elektron valensi adalah jumlah elektron pada kulit terluar suatu atom netral. Cara menetukan elektron valensi adalah dengan menuliskan konfigurasi elektron.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komentt yoo..