Kamis, 11 April 2013

RESUME TIPE ATAU BENTUK ORGANISASI


Oleh : Zulfa Aulia Artaji
Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Pembagian tersebut tergantung pada tingkat atau derajat mereka terstruktur. Namur dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna.
Organisasi Formal
Organisasi formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas (J Winardi, 2003:9).
Organisasi informal
Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks:
·                     Organisasi Primer, organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu.
·                     Organisasi Sekunder, organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya.
I. Tipe atau Bentuk Organisasi :
1. Piramida Mendatar(flat)
ciri-ciri :
a.Jumlah satuan organisasi tidak banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki kewenangan sedikit
b.Jumlah pekerja (bawahan) yang harus dikendalikan cukup banyak
c.Format jabatan untuk tingkat pimpinan sedikit karena jumlah pimpinan relatif kecil.
Piramida Terbalik
Organisasi piramida terbalik salah satu unit dari tipe piramida terbalik ialah jumlah jabatan pimpinan lebih besar daripada jumlah pekerja. Organisasi ini
hanya cocok untuk organisasi -organisasi yang pengangkatan pegawainya berdasarkan atas jabatan fungsional seperti organisasi-organisasi/lembaga -lembaga penelitian, lembaga -lembaga pendidikan.
2. Tipe Kerucut
ciri-ciri organisasi dari tipe kerucut :
a.Jumlah satuan organisasi banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki/kewenangan banyak.
b.Rentang kendali sempit.
c.Pelimpahan wewenang dan tanggungjawab dapat dilakukan sampai kepada pejabat/pimpinan yang bawah/rendah.
d.Jarak antara pimpinan tingkat atas dengan pimpinan tingkat bawah terlalu jauh.
e.Jumlah informasi jabatan cukup besar.
3. Tipe organisasi garis atau line yaitu bentuk / struktur organisasi yang paling tua dan paling sederhana diciptakan oleh Henry Fayol.
Ciri-ciri tipe organisasi garis ini adalah
o Organisasi masih kecil
o Jumlah karyawan sedikit
o Spesialisasi kerja masih kecil
Keuntungannya adalah :
o Mudah dimengerti dan dilaksanakan
o Ada bagian kekuasaan dan tanggung jawab yang jelas
o Merupakan jenis organisasi yang stabil
o Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat
o Solidaritas karyawan yang tinggi karenan saling mengenal
Kerugiannya adalah :
o Seluruh orang terlalu bergantung pada satu orang
o Bersifat otokratis dan dapat menjadi diktatoris
o Kesempatan karyawan untuk berkembang sangat terbatas
o Sulit dilaksanakan dalam suatu organisasi yang besar

4. Tipe organisasi Fungsional
Tipe ini diciptakan oleh F.W.Taylor . Dalam tipe ini ada pimpinan yang mempunyai bawahan yang jelas sebab setiap atasan berwenang memberi komando kepada setiap bawahan sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut.
Keuntungan Tipe ini adalah :
o Dapat diperolejh manfaat yang sebesar-besarnya dari para ahli
o Ada koordinasi yang baik
o Memudahkan dalam pengawasan
Kerugian tipe ini adalah :
o Banyak mengeluarkan biaya tambahan
o Kekembaran kekuasaan dapat menimbulkan perselisihan / konflik
o Pandangan para pekerja yang merasa terlalu banyak atasan.

5. Tipe organisasi Garis dan Staf
Tipe ini merupakan gabungan dari tipe garis dan fungsional, sehingga menyebar struktur orgasnisasi tersebut.

6. Tipe Organisasi Fungsional dan Staf
Tipe ini adalah perpaduan antara tipe orrganisasi garis, fungsional dan staf.

Memandang organisasi dari segi tata hubungan, wewenang dan tanggung
jawab yang ada oleh organisasi Bentuk Organisasi
Bentuk Organisasi
Bentuk-bentuk organisasi :
1.Bentuk Organisasi Staff
2.Bentuk Organisasi Lini : Organisasi lini atau garis adalah bentuk organisasi yang di dalamnya terdapat garis wewenang yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan ke bawahan.
Cirri-cirinya :
· Jumlah karyawan sedikit.
· Selain top manajer, manajer dibawahnya hanya sebagai pelaksana.
· Sarana dan alatnya terbatas.
· Hubungan atasan dan bawahan bersifat langsung.
· Bentuk lini pada perusahaan perseorangan,pemilik perusahaan adalah sebagai top manajer.
Sedangkan kebaikan dan keburukanya :
· Kebaikanya :
Ø Atasan dan bawahan dihubungkan dengan satu garis komando.
Ø Rasa solidaritas dan spontanitas seluruh anggota organisasi besar.
Ø Proses decision makin berjalan cepat.
Ø Disiplin dan loyalitas tinggi.
Ø Rasa saling pengertian antar anggota tinggi.
· Keburukanya :
Ø Ada tendensi gaya kepemimpinan otokratis.
Ø Pengembangan kreatifitas karyawan terhambat.
Ø Tujuan top manajer sering tidak bias dibedakan dengan tujuan organisasi.
Ø Karyawan tergantung pada satu orang dalam organisasi.
3.Bentuk Organisasi Fungsional : suatu organisasi di mana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian yang mempunyai jabatan fungsional untuk dikerjakan kepada para pelaksana yang mempunyai keahlian khusus.
Ciri-cirinya :
· Organisasi kecil.
· Di dalamnya terdapat kelompok-kelompok kerja staf ahli.
· Spesialisasi dalam pelaksanaan tugas.
· Target yang hendak dicapai jelas dan pasti.
· Pebgawasan dilakukan secara ketat.
Kebaikan dan keburukanya adalah :
· Kebaikan :
Ø Program terarah, jelas dan cepat.
Ø Anggaran, personalia, dan sarana tepat dan sesuai.
Ø Kenaikan pangkat pejabat fungsional cepat.
· Keburukanya :
Ø Pejabat fungsional bingung dalam mengikuti prosedur administrasi.
Ø Koordinasi sulit dilaksanakan.
Ø Pangkat pejabat fungsional lebih tinggi dibandingkan kepala unit sehingga inspeksi sulit dilaksanakan.
4.Bentuk Organisasi Fungsional & Lini : bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian di bawahanya yang mempunyai keahlian tertentu serta sebagian dilimpahkan kepada pejabat fungsional yang koordinasinya tetap diserahkan kepada kepala bagian.
Ciri-cirinya :
· Tidak tampak adanya pembedaan tugas pokok dan bantuan.
· Spesialisasinya secara praktis pada pejabat fungsional.
· Pembagian kerja dan pelimpahan wewenang tidak membedakan perbedaan tingkat eselon.
Kebaikanya :
· Solidaritas yang tinggi
· Disiplin tinggi.
· Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimum.
· Pekerjaan-pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan.
Keburukanya :
· Kurang fleksibel.
· Pejabat fungsional akan mengalami kebingungan karena koordinasi oleh lebih dari satu orang.
· Spesialisasi memberikan kejenuhan.
5.Bentuk Organisasi Fungsional & Staff
6.Bentuk Organisasi Lini &Staff : suatu bentuk organisasi di mana pelimpahan wewenang berlangsung secara vertical dan sepenuhnya dari puncak pimpinan ke kepala bagian di bawahnya serta masing-masing pejabat, manajer ditempatkan satu atau lebih pejabat staff yang tidak mempunyai wewenang memerintah tetapi hanya sebagai penasihat, misalnya mengenai masalah kearsipan,keuangan,personel dan lain sebagainya.
Ciri- cirinya adalah :
· Hubungan atasan dan bawahan tidak seluruhnya secara langsung.
· Karyawan banyak.
· Organisasi besar.
· Ada dua kelompok kerja dalam organisasi sehingga ditekankan adanya spesialisasi: personel lini & personel staff.
Kebaikanya :
Ø Ada pembagian tugas yang jelas.
Ø Kerjasama dan koordinasi dapat dilaksanakan dengan jelas.
Ø Pengembangan bakat segenap anggota organisasi terjamin.
Ø Staffing dilaksanakan sesuai dengan prinsip the right man on the right place.
Ø Bentuk organisasi ini fleksibel untuk diterapkan.
Keburukanya :
Ø Tugas pokok orang-orang sering dinomor duakan.
Ø Proses decision makin berliku-liku.
Ø Jika pertimbangan tidak terkontrol maka sering menimbulkan nepotism spoil system patronage.
Ø Persaingan tidak sehat antara penjabat yang satu dengan yang lainya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komentt yoo..