Selasa, 16 April 2013

Strategic Human Resource Practice, Top Management, Team Social Network and Firm Performance: The Role of Human Resource Practice in Creating Organizational Competitive Advantage




Christopher J. Collins
Cornell University
Kevin D. Clark
Villanova University

Tujuan artikel ini adalah untuk  menganalisa hubungan antara serangkaian praktik SDM dalam membangun jaringan/hubungan social aspek jaringan social eksternal dan internal top manajemen dan kinerja perusahaan.
Dalam penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sistem dan praktik MSDM dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan kemudian dapat menjadi sumber competitive advantage yang berkelanjutan karena SDM memiliki sifat yang unik, casually ambiguous, dan susah ditiru. Praktik-praktik SDM benar-benar menjadi sumber competitive advantage ketika dapat mendukung dan menciptakan kompetensi yang dapat menghasilkan nilai bagi perusahaan. Kemampuan menciptakan dan mengelola informasi yang dilakukan oleh top manajemen (baik ke dalam/keluar) merupakan sumber competitive advantage untuk perusahaan yang high-tech.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh mediasi TMT network terhadap sales growth (sebagai salah satu ukuran kinerja perusahaan) lebih kecil dibandingkan dengan pengaruh pemberian insentif yang didasarkan pada kinerja organisasi. Praktik HR yang memberikan competitive advantage dapat diciptakan melalui proses pengembangan dan reinforcing employee based resources.
Dalam penelitian bayak batasan – batasan seperti adanya hipotesis yang diuji pada sample yang reelatif kecil, metodelogi yang digunakan belum bisa diterapkan pada low technologi. Selain itu penelitian ini hanya dilakukan pada kalangan para CEO.



Business Strategy, Human Resources, Labour Market Flexibility and             Competitive Advantage

Artikel ini memberikan kontribusi terhadap literatur strategi HRM  dengan mengetes 3 pendekatan utama Universalistic (best practice), Contingency dan Configurational. Menentang sebuah data base yang asli. Secara khusus, artikel ini menguji :
1.    Hubungan antara Human Resource dan kinerja perusahaan
2.    Mata rantai antara strategy, Human Resource dan penggunaan pekerja kontrak yang fleksibel
3.    Pengaruh moderasi mata rantai strategi antara Human resource, pekerja yang flexible dan kinerja perusahaan

Ada 3 perspektif teori yang mendominasi literatur Strategi Human resource Management.
1.    Perspektif Universalistic
Perspektif ini menyarankan adanya pendekatan best praktis terhadap Strategi HRM. Dengan menset kebijakan HR untuk mengidentifikasi yang akan meningkatkan kinerja. Kebijakan best praktis ini mungkin bentuknya seperti variasi pada beton dan teknik HR yang detail  atau prakteknya. Sebagai contoh ada banyak teknik yang akan mendorong untuk berbagi informasi dengan sebuah organisasi.
2.      Pendekatan Contingency
Pendekatan ini menyatakan bahwa untuk menjadi efektif, maka kebijakan HR mesti konsisten dengan aspek lain pada perusahaan. Kharakteristik terhadap pengejaran strategi adalah secara umum mempertimbangkan untuk menjadi faktor yang tidak menentu. Kebijakan HR dan prakteknya mesti konsisten dengan strategi yang diimplementasikan. Kinerja bisnis akan menjadi meningkat ketika ada konsisten (didalam literatur sering dikenal sebagai ”Fit” ) antara strategi bisnis dan kebijakan HR.
3.      Pendekatan Configurational.
Pendekatan ini berbeda dari ”best practis” dan teori kontingenci yang sedang dipandu oleh pendekatan holistic untuk pemeriksaan dan mengadopsi sistem asumsi pada batasan akhir. Secara umum teori configurational adalah lebih serius dengan bagaimana pola teladan pada beragamnya variabel indenpenden adalah berhubungan terhadap variabel dependen melainkan dari bagaimana individual variable indenpenden adalah berhubungan terhadap varaibel dependen.

Dalam penelitiannya, ada standar yang digunakan dalam menetapkan variabel kontrol. Adapun standar variabel kontrol yang digunakan :
1.    Menetapkan ukuran
2.    Menetapkan umur
3.    Menetapkan United Kingdom atau dimiliki asing
4.    Dua sektor dummie : perusahaan manufactur dan perusahaan jasa
5.    Mengenalkan serikat buruh


CRITICAL QUESTION

1.    Apakah Outside in dan Outside out bersifat tetap dan sejauh mana kontribusinya didalam meningkatkan competitive advantage?
2.    Peran apa yang sebenarnya diberikan oleh Resource Based View dalam meningkatkan perfomance pada Strategi Human Resource Management? Dan bagaimana penerapan Resource Based View di Indonesia terutama pada perusahaan milik pemerintah?
3.    Setiap perusahaan yang bersaing dalam sebuah industri mempunyai strategi bersaing, eksplisit maupun implisit. Proses merumuskan strategi secara eksplisit untuk memastikan bahwa setidak – tidaknya kebijakan – kebijakan dari departemen fungsional akan terkoordinasi dan terarah pada seperangkat tujuan bersama (Porter, 1998). Bagaimanakah para CEO atau Top management bisa mengkomunikasikan ke karyawan terhadap maksud strategi perusahaan baik secara  eksplisit maupun implisit dalam mencapai tujuan dan kepentingan organisasi?  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komentt yoo..