Minggu, 14 April 2013

makalah penerapan ilmu geografi dalam aspek ekonomi



KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat ALLAH SWT. yang telah melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga makalah geografi yaitu tentang “penerapan ilmu geografi dalam aspek ekonomi” ini dapat terselesaikan sebagaimana mestinya. Shalawat serta salam tidak lupa kita haturkan kepada junjungan Baginda Nabi Besar Muhammad SAW, atas bimbingan Beliau sehingga kita dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
Ucapan terimakasih kepada dosen pengampu mata kuliah geografi yang telah memberikan kami kesempatan untuk membuat makalah ini sebagai pedoman, acuan, dan sumber belajar.
Akhir kata, Penyusun menyadari bahwa masih terdapat banyak kesalahan baik dari segi bahasa, tulisan, maupun kalimat yang kurang tepat dalam makalah  ini, oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan makalah berikutnya.


Samarinda ,oktober, 2012

Kelompok 8








DAFTAR ISI


KATAPENGANTAR.............................................................................................................
DAFTAR ISI...........................................................................................................................
BAB I       PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang..................................................................................................
B.     Rumusan Masalah…………………………………………………………….
C.     Tujuan………………………………………………………………………..
BAB II      PEMBAHASAN
                  A. Pengertian geografi Ekonomi..........................................................................
                  B.Penerapan geografi ekonomi.............................................................................
BAB III    PENUTUP DAN KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA

















BAB I
PENDAHULUAN

A.          Latar Belakang
Definisi geografi adalah sebagai ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan atau kewilayahan dalam konteks keruangan. Definisi ini mengisyaratkan bahwa geografi memusatkan perhatiannya pada gejala / fenomena di muka bumi baik pada litoster, hidrosfer, atmosfer maupun biosfer dalam sudut pandang kelingkungan atau kewilayahan, tetapi senantiasa dalam keterkaitan keruangan.
Ada sepuluh konsep esensial geografi sebagai ciri ilmu dan pengajaran geografi. Kesepuluh konsep sesensial geografi tersebut adalah (a) konsep lokasi, (b) konsep jarak, (c) konsep keterjangkauan, (d) konsep pola, (e) konsep morfologi, (f) konsep nilai kegunaan, (g) konsep aglomerasi, (h) konsep interaksi dan interpendensi, (i) konsep diferensiasi areal (struktur keruangan/distribusi keruangan, (j) konsep keterkaitan keruangan (proses keruangan).
Menurut Bintarto (1984) Geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala muka bumi, baik fisik maupun makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, ekologi, dan regional untuk kepentingan program, proses dan keberhasilan pembangunan. Batasan Geografi ini mengandung arti bahwa studi geografi merupakan pengkajian keilmuan, gejala dan masalah geografi. Geografi dibedakan menjadi dua yaitu geografi fisik dan geografi manusia. Geografi fisik menurut Nursid yaitu cabang geografi yang mempelajari gejala fisik dari permukaan bumi. Sedang geografi manusia yaitu cabang geografi yang bidang studinya aspek keruangan gejala di permukaan bumi dengan mengambil manusia sebagai obyek pokoknya. (Sumaatmaja,1988:52-53 ).
Nursid (1988:54 ) mendefinisikan geografi ekonomi sebagai cabang geografi manusia yang bidang studinya struktur aktivitas keruangan ekonomi sehingga titik berat studinya adalah aspek keruangan struktur ekonomi manusia yang di dalamnya bidang pertanian, industri-perdagangan-komunikasi-transportasi dan lain sebagainya. Sedangkan H. Robinson (1979) mengartikan geografi ekonomi sebagai ilmu yang membahas mengenai cara-cara manusia dalam kelangsungan hidupnya berkaitan dengan aspek keruangan, dalam hal ini berhubungan dengan eksplorasi sumber daya alam dari bumi oleh manusia, produksi dari komoditi (bahan mentah, bahan pangan, barang pabrik) kemudian usaha transportasi, distribusi, konsumsi (Suharyono, 1994 : 34). Penelitian di perusahaan sirup ini merupakan tinjauan dari segi geografi khususnya geografi ekonomi. Geografi ekonomi merupakan cabang dari geografi manusia di mana bidang studinya adalah struktur keruangan aktivitas ekonomi (Miller,1984) . Geografi sebagai studi variasi keruangan di permukaan bumi di mana manusia melakukan aktivitas yang berhubungan dengan produksi,pertukaran dan pemakaian sumber daya demi kesejahteraannya (Alexander,1963).

Dengan demikian perbincangan pokok Geografi Ekonomi adalah aspek keruangan struktur ekonomi manusia antara lain termasuk di dalamnya bidang pertanian dalam arti luas seperti pertambangan, industri, perdagangan, pelayanan, transportasi dan komunikasi. Sejalan dengan itu Miller dan Renner (1957) mengemukakan geografi ekonomi adalah studi tentang aktivitas-aktivitas ekonomi dan hubungannya dengan lingkungan fisikal.









B.           Rumusan  Masalah
1.      Pakah pengertian geografi ekonomi ?
2.      Bagaimana penerapan geografi ekonomi ?
C.    Tujuan
1.      Menjelaskan pengertian geografi ekonomi.
2.      Menetahui penerapan dan konsep geografi ekonomi.




BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian geografi ekonomi
     Geografi Ekonomi adalah aspek keruangan struktur ekonomi manusia antara lain termasuk di dalamnya bidang pertanian dalam arti luas seperti pertambangan, industri, perdagangan, pelayanan, transportasi dan komunikasi.banyak sekali definisi mengenai geografi ekonomi. Diantanya adalah Nursid (1988:54 ) geografi ekonomi sebagai cabang geografi manusia yang bidang studinya struktur aktivitas keruangan ekonomi sehingga titik berat studinya adalah aspek keruangan struktur ekonomi manusia yang di dalamnya bidang pertanian, industri-perdagangan-komunikasi-transportasi dan lain sebagainya. H. Robinson (1979) geografi ekonomi sebagai ilmu yang membahas mengenai cara-cara manusia dalam kelangsungan hidupnya berkaitan dengan aspek keruangan, dalam hal ini berhubungan dengan eksplorasi sumber daya alam dari bumi oleh manusia, produksi dari komoditi (bahan mentah, bahan pangan, barang pabrik) kemudian usaha transportasi, distribusi,dan konsumsi. Suharyono, (1994 : 34). Geografi ekonomi merupakan cabang dari geografi manusia di mana bidang studinya adalah struktur keruangan aktivitas ekonomi. Miller,Aleksander (1984) . Geografi sebagai studi variasi keruangan di permukaan bumi di mana manusia melakukan aktivitas yang berhubungan dengan produksi,pertukaran dan pemakaian sumber daya demi kesejahteraannya.
      Dapat diartikan bahwa geografi ekonomi berarti mengenai ruang lingkup manusia dlam aktivitas ekonominya. Di dalamnya terdapat kegiatan-kegiatan ekonomi yang dilakukan manusia. Setiap daerah pasti berbeda aktivitas atau kegiatan ekonominya, karena setiap daerah atau ruang itu berbeda. Jadi, geografi ekonomi adalah aktivitas ekonomi manusia sebagai objeknya di sutu ruang atau ruang tertentu.






B.     Penerapan Geografi Ekonomi
1. Industri
Industri dalam arti luas adalah seluruh kegiatan manusia yang produktif, jadi di sini industri meliputi juga industri pertanian, industri peternakan, pertambangan, dsb. Sedangkan dalam arti sempit industri dapat diartikan dengan bagian dari proses produksi yang mengolah bahan mentah menjadi barang jadi.
Industri merupakan cara atau usaha manusia untuk bertahan hidup. Dalam suatu industry pasti bebeda-beda karena harus menyesuaikan daerah yang akan di jadikan suatu industry. Faktor yang menunjang dalam perindustrian di Indonesia.
a.Jumlah penduduk Indonesia sangat banyak (sebagai tenaga kerja dan   pemasaran/konsumen)
b. Suasana industri yang baik
c. Jaringan komunikasi dan transportasi yang mantap.
d. Terjaminnya persediaan bahan mentah (hasil pertanian, hasil hutan, hasil laut,hasil   tambang).
e. Tersedianya tenaga energi
f. Pasar dan sarana pasar yang baik
g. Perangkat pengelola yang baik.
h. Ketenteraman politik dan sosial.
i. Posisi silang Indonesia yang strategis (memperlancar pemasaran ke negara tetangga)

Syarat-syarat berdirinya suatu industri yaitu:
a. Tersedianya bahan mentah
b. Tersedianya modal
c. Tersedianya sumber tenaga seperti tenaga dari minyak bumi,batu bara, air,dan sebagainya.
d. Adanya tenaga buruh (termasuk tenaga ahli)
e. Tempat pemasaran bagi hasil industri
f. Tersedianya sarana dan prasarana transportasi
g. Lokasi yang baik ( Sandy, 1985 : 158 ).
a.       Berdasarkan jumlah tenaga kerja yang digunakan dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat), yaitu:
a.       Industri rumah tangga, jumlah tenaga kerja antara 1-4 orang
b. Industri kecil, jumlah tenaga kerja antara 5-19 orang
c. Industri menengah, jumlah tenaga kerja antara 20-99 orang
d. Industri besar, jumlah tenaga kerja lebih dari 99 orang
2.Penjualan
Setiap perusahaan menghendaki adanya peningkatan kuantitas penjualan menurut Sutamto (1986: 9) penjualan merupakan usaha yang dilakukan manusia untuk menyampaikan barang kebutuhan yang telah dihasilkan kepada mereka yang memerlukan dengan imbalan uang menurut harga yang ditentukan atas persetujuan bersama.
Jadi volume penjualan merupakan besarnya penjualan yang dipakai dalam periode tertentu yang dapat dinyatakan dalam unit barang. Volume penjualan / hasil penjualan merupakan banyaknya jumlah barang atau produk yang berhasil dijual dalam periode waktu tertentu. Dengan mengetahui tingkat penjualan diharapkan perusahaan mampu menganalisis dan meramalkan keuntungan dan tingkat penjualan pada tahuntahun yang akan datang.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Volume Penjualan Industri
Sebagain besar volume industri dipengaruhi oleh berbagai perubahan yang berlaku di bidang perindustrian, yang kaitannya dengan faktor keterjangkauan antara lokasi industri, bahan baku, tenaga kerja dan pemasaran.
                            
a.       Lokasi Industri
Lokasi merupakan tempat di mana industri melakukan kegiatan kerja yang dalam penentuannya tidak terlepas dari proses produksi maupun lokasi pasar yang dilayani perusahaan tersebut. Lokasi yang strategis sangat mempengaruhi keberhasilan suatu industry.
b. Bahan Mentah/Bahan Baku
Bahan baku merupakan bahan dasar yang penting dalam usaha perindustrian bahan baku merupakan faktor yang penting dalam proses produksi.Tersedianya bahan baku dalam jumlah yang cukup berkesinambungan dan harga yang relatif murah akan memperlancar produksi yang pada gilirannya akan meningkatkan jumlah produksi. Industri berkepentingan dengan tersedianya bahan baku / bahan mentah ataupun barang setengah jadi, dengan ketentuan mudah didapat, tersedianya sumber yang dapat menunjang usahanya untuk jangka panjang, harganya layak, sesuai dengan kualitas yang diharapkan artinya bila diolah hasilnya baik, dengan biaya pengakutan murah atau layak
c. Tenaga kerja
Tenaga kerja adalah penduduk yang berusia antara 15 – 54 tahun, yaitu mereka yang diperkirakan masih memiliki kemampuan melakukan kegiatan ekonomi (Amien, 1986:31). Tenaga kerja adalah setiap orang laki/ wanita yang sedang dalam dan / atau akan melakukan pekerjaan, baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi keutuhan masyarakat. Jadi, tenaga yang professional sangat mempengaruhi kemajuan suatu usaha atau industry.

d. Kontribusi geografi dalam perekonomian berbasis pertanian

Pertanian itu sendiri bagi bangsa Indonesia memiliki peranan yang sangat besar bagi kelangsungan hidup masyarakat pada khususnya.Karena kita lihat saja Indonesia merupakan negara agraris dimana sector yang paling mendukung untuk dikembangkan adalah sektor pertaniannya.Apalagi negara Indonesia masih masuk dalam jajaran negara berkembang yang mana kebanyakan negara berkembang,sektor yang paling diminati untuk dijadikan mata pencaharian adalah sektor pertanian.
Tetapi kenyataannya berbanding terbalik dengan harapan yang sudah diimpi-impikan selama ini,karena dari pertanian hanya memberikan distribusi sekitar 14% saja untuk sektor perekonomian di Indonesia.Hal ini sangat disesalkan sekali karena dapat kita lihat Indonesia merupakan negara agraris yang mana negara agraris adalah negara yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian di bidang pertanian.Lalu mengapa sektor pertanian di Indonesia hanya memberikan kontribusi sebesar 14% saja untuk perekonomian Indonesia?
Hal ini yang masih menjadikan pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk lebih melihat,dan mencari solusi yang tepat agar sektor pertanian kita menjadi lebih maju lagi dan dapat memiliki andil yang besar dalam sector perekonomian Indonesia.Pertanian adalah salah satu sektor dimana didalamnya terdapat penggunaan sumberdaya hayati untuk memproduksi suatu bahan pangan,bahan baku industri dan sumber energi. Bagian terbesar penduduk dunia adalah bermata pencaharian dalam bidang – bidang pertanian dan pertanian juga mencakup berbagai bidang,tetapi pertanian hanya menyumbang 4% dari PDB dunia.
Amerika Serikat pada awal 1900-an 40 persen masyarakatnya bekerja di sektor pertanian, namun pada 1940-an jumlahnya menurun hingga 2,5 persen dan saat ini tinggal dua persen.Begitupula di Perancis lanjut Pengamat Pasar Modal tersebut, angkatan kerja di sektor pertanian hanya dua persen. Sejarah Indonesia sejak masa kolonial sampai sekarang tidak dapat dipisahkan dari sektor pertanian dan perkebunan, karena sektor – sektor ini memiliki arti yang sangat penting dalam menentukan pembentukan berbagai realitas ekonomi dan sosial masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan data BPS tahun 2002, bidang pertanian di Indonesia menyediakan lapangan kerja bagi sekitar 44,3% penduduk meskipun hanya menyumbang sekitar 17,3% dari total pendapatan domestik bruto.
Seiring dengan transisi (transformasi) struktural ini sekarang kita menghadapi berbagai permasalahan. Di sektor pertanian kita mengalami permasalahan dalam meningkatkan jumlah produksi pangan, terutama di wilayah tradisional pertanian di Jawa dan luar Jawa. Hal ini karena semakin terbatasnya lahan yang dapat dipakai untuk bertani. Perkembangan penduduk yang semakin besar membuat kebutuhan lahan untuk tempat tinggal dan berbagai sarana pendukung kehidupan masyarakat juga bertambah. Perkembangan industri juga membuat pertanian beririgasi teknis semakin berkurang.
Selain berkurangya lahan beririgasi teknis, tingkat produktivitas pertanian per hektare juga relatif stagnan. Salah satu penyebab dari produktivitas ini adalah karena pasokan air yang mengairi lahan pertanian juga berkurang. Banyak waduk dan embung serta saluran irigasi yang ada perlu diperbaiki. Hutan-hutan tropis yang kita miliki juga semakin berkurang, ditambah lagi dengan siklus cuaca El Nino-La Nina karena pengaruh pemanasan global semakin mengurangi pasokan air yang dialirkan dari pegunungan ke lahan pertanian.
Kelompok ilmu-ilmu pertanian mengkaji pertanian dengan dukungan ilmu-ilmu pendukungnya.Inti dari ilmu-ilmu pertanian adalah biologi dan ekonomi. Karena pertanian selalu terikat dengan ruang dan waktu, ilmu-ilmu pendukung, seperti ilmu tanah, meteorologi, permesinan pertanian, biokimia, dan statistika, juga dipelajari dalam pertanian. Semua usaha pertanian pada dasarnya adalah kegiatan ekonomi sehingga memerlukan dasar-dasar pengetahuan yang sama akan pengelolaan tempat usaha, pemilihan benih/bibit, metode budidaya, pengumpulan hasil, distribusi produk, pengolahan dan pengemasan produk, dan pemasaran. Apabila seorang petani memandang semua aspek ini dengan pertimbangan efisiensi untuk mencapai keuntungan maksimal maka ia melakukan pertanian intensif (intensive farming). Usaha pertanian yang dipandang dengan cara ini dikenal sebagai agribisnis. Program dan kebijakan yang mengarahkan usaha pertanian ke cara pandang demikian dikenal sebagai intensifikasi. Karena pertanian industrial selalu menerapkan pertanian intensif, keduanya sering kali disamakan.
Sektor pertanian mengkontribusikan terhadap pertumbuhan dan pembangunan ekonomi nasional dalam 4 bentuk yaitu:
a.Kontribusi Produk, Penyediaan makanan untuk penduduk, penyediaan bahan baku untuk industri manufaktur seperti industri: tekstil, barang dari kulit, makanan dan minuman.
b. Kontribusi Pasar, Pembentukan pasar domestik untuk barang industri dan konsumsi.
c.Kontribusi Faktor Produksi, Penurunan peranan pertanian di pembangunan ekonomi, maka terjadi transfer surplus modal dan tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor lain.
d.Kontribusi Devisa, Pertanian sebagai sumber penting bagi surplus neraca perdagangan (NPI) melalui ekspor produk pertanian dan produk pertanian yang menggantikan produk impor.
Indonesia secara ekonomi masih sangat relevan jika bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan. Sektor pertanian dan perkebunan kini banyak dilirik perusahaan-perusahaan karena menjanjikan. Perusahaan-perusahan besar dan telah sukses dengan berbasis pertanian bermunculan di dunia, misalnya Pioneer Hybrid, Monsanto, Unilever, Pizza Hut, dan sebagainya.Apabila kita bisa meningkatkan produktivitas pertanian, maka tidak perlu impor karena di dalam negeri sudah terpenuhi. Peningkatan peran kelembagaan juga sangat diperlukan untuk mencapai kejayaan agribisnis. Pada tahun 2005, pertanian menyumbangkan produk domestik bruto (PDB) sekitar 13,41%. Sedangkan total tenaga kerja yang diserap melalui pertanian sekitar 46,7 juta jiwa.
Produk perkebunan seperti gula dan minyak goreng  mempunyai peran penting dalam memelihara ketahanan pangan, karena ketahanan pangan merupakan syarat penting bagi ketahanan nasional. Penyediaan lapangan kerja pada sektor perkebunan mempunyai kontribusi yang signifikan. Sektor perkebunan mempunyai wilayah strategis dalam pengembangan wilayah di pedesaan, marginal, dan terpencil. Hingga tahun 2003, tenaga kerja yang terserap mencapai sekitar 17 juta jiwa.
Selama periode 2000-2003, laju pertumbuhan sektor perkebunan selalu diatas laju pertumbuhan ekonomi secara nasional. Misalnya pada tahun 2001, laju pertumbuhan ekonomi secara nasional sekitar 3,4% dan sektor perkebunan tumbuh dengan laju sekitar 5,6%. Dapat diketahui bahwa perkebunan dapat menjadi andalan dalam perekonomian bangsa kita. Selain itu, sektor ini mempunyai nilai penting dalam penciptaan nilai tambah pada PDB. PDB perkebunan terus meningkat dari sekitar Rp 33,7 triliun pada tahun 2000 menjadi sekitar Rp 47,0 triliun pada tahun 2003, atau meningkat dengan laju sekitar 11,7% per tahun. Dari ekspornya, sektor perkebunan turut menyumbang devisa. Lebih dari 50% dari total produksi adalah untuk ekspor.
Dengan faktor ekonomi diatas pembangunan bisa berfokus pada pertanian dan perkebunan dengan memanfaatkan serta mengelola sumber daya alam di Indonesia. Keberpihakan pemerintah sangat diperlukan dalam mendukung sektor ini. Penyediaan insentif dari pemerintah bagi dunia usaha dibutuhkan untuk menghidupkan produsen dan pasar domestik.
Sedangkan kontribusi geografi itu sendiri dalam perekonomian berbasis pertanian sebagai penghasil komoditas pertanian akan mengalami pergeseran dari pulau Jawa dan Sumatra ke daerah lain seperti kebutuhan pangan yang membutuhkan peningkatan luas lahan pertanian (sekitar 200 ribu hektar/tahun) akan mengarah ke daerah lahan kering, lahan rawa, Papua dan daerah-daerah baru.
Pergeseran wilayah pertanian ke daerah-daerah baru, akan menimbulkan masalah yang pekik antara lain : pertama, siapa yang mau mengelola jika pertanian ditempatkan pada kawasan-kawasan marjinal. Kedua, kekhawatiran akan kesulitan memperoleh peralatan pertanian dan terutama pupuk yang mayoritas produsennya berada di Pulau Jawa dan Sumatra. Ketiga, Permasalahan biaya transportasi, harga produk pertanian akan melambung tinggi mengingat keberadaan konsumen mayoritas (60%) berdomisili di Pulau Jawa.
Jika dilihat secara geologis, Pulau Sumatra, Jawa dan Bali adalah Pulau yang ideal untuk pengembangan pertanian. Tanah yang terpengaruh langsung vulkanisme akan mempengaruhi kesuburan tanah. Idealnya, pertanian akan baik jika dilokasikan di kawasan yang berbatuan dasar aluvial, datar dan cukup air. Penempatan di luar Pulau Sumatra, Jawa dan Bali dimungkinkan akan membentuk sektor pertanian yang lemah dan menghasilkan produk pertanian yang buruk. Selain itu, daerah rawa dan lahan kering adalah wilayah-wilayah yang sumber daya lahannya lemah terhadap pengembangan pertanian.
  Aktivitas ekonomi berarti segala macam upaya yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya hingga mencapai kemakmuran. Upaya yang dilakukan itu tentu saja berbeda dikarenakan  beberapa sebab berikut ini:
perbedaan jenis kebutuhan
a.    faktor kondisi alam, misalnya iklim, tanah dan landform. Kondisi alam setiap daerah belum tentu sama dengan daerah lainnya, sehingga membutuhkan cara yang berbeda untuk memanfaatkannya maka secara langsung itu akan mempengaruhi ektivitas ekonomi yang dilakukan. Dimana aktivitas ekonomi disesuaikan dengan kondisi alam.
b.    Faktor sosial, terutama kepadatan penduduk, latar belakang kultural, dan tingkan perkembangan teknologi. Kepadatan penduduk mempengaruhi peluang untuk memenuhi kebutuhan setiap individu. Sementara latar blakang kebudayaan akan mempengaruhi cara-cara, kebiasaan-kebiasaan dalam beraktivitas terutama dalam hal ekonomi. untuk  teknologi perat hubungannya dengan usaha-usaha peningkatan produksi sekaligus produktivitas.
c.    Kondisi fisik dan psikis, setiap orang mempunyai keterbatasan dan kemampuan yang berbeda baik secara fisik maupun secara psikis.
: 
    Pendekatan 5WH meliputi pertanyaan mendasar yang digunakan dalam mengkaji permukaan bumi, yaitu apa (what), dimana (where), mengapa (why), siapa (who), kapan (when), dan bagaimana (how).
    Geografi selalu menggunakan pendekatan 5WH karena, dengan menggunakan dasar-dasar pertanyaan tersebut dapat diketahui apa, mengapa, dimana, dan kapan suatu fenomenan terjadi serta siapa saja yang berhubungan dengan fenomena tersebut. Ditambah lagi dengan didapatkannya penjelasan tentang bagaimana keterkaitan anatara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan alam dengan alam yang berpengaruh terhadap kehidupan manusia, serta untuk kepentingan apa.
    Dengan terjawabnya pertanyaan-pertanyaan tersebut, berarti sebuah fenomenan di permukaan bumi telah terkaji sesuai dengan tujuan geografi, yakni untuk memahami penyebaran fenomena di atas permukaan bumi, hubungan anatar fenomena di suatu tempat, hubungan suatu fenomena dengan fenomena di tempat lain, efek suatu fenomena pada fenomena lain, variasi suatu fenomena dari suatu tempat ke tempat lain, difusi keruangan dari fenomena, lokasi dan lokalisasi suatu fenomena, akibat dari suatu fenomena, dan manfaat suatu fenomena guna meningkatkan kesejahteraan manusia .

    Sebagian ahli mengatakan sejarah pertanian dimulai dari sebelum 8000 SM, yakni kehidupan nenek moyang kita dengan kebiasaan awalnya yang hanya mengumpulkan bahan makanan dan berburu hewan jinak di hutan.

    Awalnya ada dikenal dengan istilah nomaden yang artinya pengembara atau orang yang hidupnya berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya hanya untuk kelangsungan hidupya dalam artian kebutuhan tempat tinggal dan makan, berlanjut dengan semi nomaden yang artinya setengah pengembara, dimana kebutuhan akan makan dapat dilakukan dengan bercocok tanam dan juga beternak, hanya kadang-kadang melakukan pengembaraan untuk kelangsungan pasokan pangannya. Dahulunya, masyarakat seperti ini hidup dalam kelompok-kelompok kecil dengan seorang yang dituakan atau seorang kepala suku yang memimpin kelompok ini dan mengatur segala sesuatunya dalam kelompoknya, ini berlangsung hingga kurang lebih 5000 SM.
    Keadaan ini terus berlangsung dari generasi ke generasi dengan tahap perkembangan pertanian yang terus bergerak meningkat sejalan dengan kemampuan masyarakat dalam beradaptasi dengan lingkungan alam sekitar, memanfaatkan semua sumber dayayang ada di sekelilingnya.
    Pertanian yang kita kenal saat ini sudah sanagt maju dan berkembang dengan pesat, dari semua aspek pertanian dikembangkan berbagai macam terobosan-terobosan baru dan teknologi-teknologi terkini yang semakin memudahkan bagi para petani dalam mengelola pertanian dan meningkatkan hasil produk-produk pertanian. Tentu saja kondisi ini berbeda versi sejarahnya di tiap belahan dunia yang mana sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis, topografis, dan iklim setempat serta kemampuan beradaptasi dari masyarakat atau suku setempat terhadap alam sekitarnya.




BAB  III
PENUTUP
KESIMPULAN

            Geografi ekonomi merupakan cabang ilmu geografi yang menjelaskan tentang gejala keruangan mengenai manusia sebagai objek untuk melakukan kelangsungan hidupnya. Dapat diartikan bahwa geografi ekonomi berarti mengenai ruang lingkup manusia dlam aktivitas ekonominya. Di dalamnya terdapat kegiatan-kegiatan ekonomi yang dilakukan manusia. Setiap daerah pasti berbeda aktivitas atau kegiatan ekonominya, karena setiap daerah atau ruang itu berbeda.
Jadi, geografi ekonomi adalah aktivitas ekonomi manusia sebagai objeknya di sutu ruang atau ruang tertentu.penerapan geografi ekonomi meliputi industry dan penjualan. Industry adalah seluruh kegiatan manusia yang produktif, jadi di sini industri meliputi juga industri pertanian, industri peternakan, pertambangan, dsb.sedangkan penjualan merupakan usaha yang dilakukan manusia untuk menyampaikan barang kebutuhan yang telah dihasilkan kepada mereka yang memerlukan dengan imbalan uang menurut harga yang ditentukan atas persetujuan bersama.















DAFTAR PUSTAKA








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komentt yoo..