Rabu, 10 April 2013

Analisis teori ekonomi makro


Ekonomi makro

                Ekonomi makro atau makroekonomi adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Makroekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak rumah tangga (household), perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk mempengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.Ekonomi Makro merupakan pengetahuan ekonomi yang bersifat agregatif dan menampilkan teori-teori ekonomi makro yang sangat mendasar.                Pemahaman yang sangat mendasar tentang ekonomi makro adalah mutlak apabila ingin mempelajari ilmu-ilmu ekonomi lainnya yang berkaitan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Ini dikarenakan banyaknya konsep-konsep dalam teori ekonomi makro yang diperlukan dan bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk melakukan suatu tindakan ekonomi baik tindakan berproduksi, berkonsumsi, berdagang atau tindakan berinvestasi.

Asal Mula Konsep-konsep Ekonomi Makro

                Hingga 1930 sebagian besar analisis ekonomi terfokus pada industri dan perusahaan. Ketika terjadi Depresi Besar pada tahun 1930-an, dan dengan perkembangan konsep pendapatan nasional dan statistik produk, bidang ekonomi makro mulai berkembang. Saat itu, gagasan-gagasan yang terutama berasal dari John Maynard Keynes, yang menggunakan konsep aggregate demand untuk menjelaskan fluktuasi antara hasil produksi dan tingkat pengangguran, sangat berpengaruh dalam perkembangan bidang ini. Keynesianisme didasarkan pada gagasan-gagasannya.

Pendekatan Analitik

                Pembedaan tradisional adalah antara dua pendekatan berbeda ke ekonomi: ekonomi Keynesian, memusatkan pada permintaan; dan ekonomi sisi-penyediaan (atau neo-klasik) yang memusatkan pada persediaan. Keduanya tidak bisa berjalan sendiri, namun ini hanya permasalahan penekanan.
Ilmu ekonomi muncul karena adanya tiga kenyataan berikut :
  • Kebutuhan manusia relatif tidak terbatas.
  • Sumber daya tersedia secara terbatas.
  • Masing-masing sumber daya mempunyai beberapa alternatif penggunaan.
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia di dalam memenuhi kebutuhannya yang relatif tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas dan masing-masing sumber daya mempunyai alternatif penggunaan (opportunity cost).
                Secara garis besar ilmu ekonomi dapat dipisahkan menjadi dua yaitu ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro.
                Ilmu ekonomi makro mempelajari variabel-variabel ekonomi secara agregat (keseluruhan). Variabel-variabel tersebut antara lain : pendapatan nasional, kesempatan kerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun neraca pembayaran internasional. Sementara ilmu ekonomi mikro mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga.
Ilmu ekonomi makro mempelajari masalah-masalah ekonomi utama sebagai berikut :
  • Sejauh mana berbagai sumber daya telah dimanfaatkan di dalam kegiatan ekonomi. Apabila seluruh sumber daya telah dimanfaatkan keadaan ini disebut full employment. Sebaliknya bila masih ada sumber daya yang belum dimanfaatkan berarti perekonomian dalam keadaan under employment atau terdapat pengangguran/belum berada pada posisi kesempatan kerja penuh.
  • Sejauh mana perekonomian dalam keadaan stabil khususnya stabilitas di bidang moneter. Apabila nilai uang cenderung menurun dalam jangka panjang berarti terjadi inflasi. Sebaliknya terjadi deflasi.
  • Sejauh mana perekonomian mengalami pertumbuhan dan pertumbuhan tersebut disertai dengan distribusi pendapatan yang membaik antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan dalam distribusi pendapatan terdapat trade off maksudnya bila yang satu membaik yang lainnya cenderung memburuk.
                Kegiatan ekonomi di masing-masing negara dihitung melalui perhitungan Produk Domestik Bruto (PDB) (Gross Domestic Product), Produk Nasional Bruto (PNB) (Gross National Product), maupun Pendapatan Nasional (PN) (National Income).
                PDB adalah nilai seluruh barang akhir dan jasa yang dihasilkan oleh siapapun di dalam wilayah teritorial suatu negara selama periode waktu satu tahun. PNB adalah nilai seluruh barang akhir dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh warga negara suatu negara selama periode waktu satu tahun.
PDB - balas jasa faktor produksi secara netto yang mengalir ke luar negeri=PNB.
PNB - penyusutan = Produk Nasional Netto (PNN).
PNN - pajak tidak langsung = Pendapatan Nasional
                Perhitungan PDB/PNB/PNN/PN dapat mempergunakan harga yang berlaku maupun harga konstan. Perhitungan dengan harga konstan menggunakan harga pada tahun tertentu yang tergolong tahun yang stabil. Di Indonesia digunakan harga tahun 1983 dan tahun 1993. Perhitungan dengan harga konstan berarti sudah terbebas dari pengaruh inflasi/deflasi.

Permasalahan dalam Ekonomi Makro

  1. kemiskinanan dan pemerataan
  2. krisis nilai tukar
  3. hutang luar negeri
  4. perbankan, kredit macet
  5. inflasi
  6. pertumbuhan ekonomi
  7. pengangguranhttp://htmlimg3.scribdassets.com/cc6nd3m9i704gxs/images/4-169b3e31b0/000.jpghttp://htmlimg3.scribdassets.com/cc6nd3m9i704gxs/images/4-169b3e31b0/000.jpg
b. Pendapatan nasional potensial dan sebenarnya
2. Masalah ketidakstabilan kegiatan ekonomi
Gambar satu siklus kegiatan ekonomi dalam konjungtur
3. Masalah pengangguran
a. Sebab berlakunya pengangguran
- Menganggur karena ingin mencari kerja lain yang lebih baik
- Pengusaha menggunakan peralatan produksi yang mengurangi
penggunaan tenaga kerja
- Ketidaksesuaian diantara ketrampilan pekerja yang sebenarnya dengan
ketrampilan yang diperlukan
b. Akibat buruk pengangguran
-
Mengurangi pendapatan masyarakat
-
Menimbulkan efek psikologis yang buruk
4. Masalah inflasi
a. Faktor-faktor inflasi
- Tingkat pengeluaran agregat yang melebihi kemampuan perusahaan-
perusahaan untuk menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa.
- Pekerja-pekerja di berbagai ekonomi menuntut kenaikan upah
b. Akibat buruk inflasi
- Cenderung menurunkan taraf kemakmulan segolongan besar
masyarakat
- Cenderung mengurangi infestasi yang produktif, mengurangi ekspor
dan menaikkan impor
5. Masalah neraca perdagangan dan neraca pembayaran
Pembayaran-pembayaran yang dilakukan dalam neracar pembayaran
-
Penerimaan dari ekspor & pembayaran untuk impor barang dan jasa
- aliran masuk penanaman modal asing dan pembayaran penanaman modal
keluar negeri
- Aliran keluar dan aliran modal jangka pendek
Dua neraca penting dalam neraca pembayaran
- neraca perdagangan
- neraca keseluruhan
ANALISIS EKONOMI, Pertumbuhan Kredit dan Stabilitas Ekonomi Makro
                Di tengah situasi resesi ekonomi di Amerika Serikat, kenaikan inflasi di berbagai belahan dunia, dan gejolak pasar keuangan internasional, pelaku pasar keuangan memberikan perhatian lebih kepada setiap pernyataan seorang gubernur bank sentral. Hal ini penting karena penggantian komandan di bank sentral pasti akan membawa nuansa baru pada perhatian (concern) dan kebijakan BI ke depan.
                Tahun 2003, masa awal periode kepemimpinan Burhanuddin Abdullah, Gubernur BI yang lama, saat itu Indonesia berada pada tahap pemulihan ekonomi, yaitu setelah selesainya rekapitalisasi perbankan dan divestasi aset BPPN.
                Tidak heran jika fokus perhatian BI pada periode 2003- 2008 adalah menumbuhkan kredit demi memacu pertumbuhan ekonomi karena rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) masih rendah, yaitu di bawah 55 persen.
                Oleh BI, pencapaian pertumbuhan kredit dijadikan alat evaluasi kinerja direksi perbankan. Bahkan, bank yang memiliki rasio LDR rendah dikenai hukuman dengan rasio giro wajib minimum yang lebih tinggi.
                Tetapi, sekarang, situasi sudah berbeda. Angka LDR sudah meningkat ke 75 persen. Artinya, terjadi pertumbuhan kredit perbankan yang cukup signifikan dalam 5 tahun terakhir, kecuali pada tahun 2006.
                Pertumbuhan kredit pada tahun 2003 adalah 16 persen, pada tahun 2004 meningkat menjadi 25 persen, pada tahun 2005 tetap tinggi 22 persen. Pada tahun 2006, setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), pertumbuhan kredit melambat menjadi 14 persen, tetapi pada tahun 2007 meningkat lagi menjadi 25 persen.
                Angka per Mei 2008 menunjukkan pertumbuhan kredit yang spektakuler, 31 persen dan indikasi dari BI, pertumbuhan kredit pada Juni 2008 adalah 32 persen dibandingkan dengan Juni tahun lalu.
                Tampaknya setelah kenaikan harga BBM pada Mei, sampai saat ini kita belum melihat pelambatan pertumbuhan ekonomi. Kekurangan pasokan listrik akhir-akhir ini, selain dikarenakan perencanaan yang buruk di pihak PLN dan pemerintah (sejak kabinet yang lalu), juga mencerminkan terjadinya akselerasi kegiatan ekonomi.
                Angka kemiskinan dan pengangguran yang tinggi memang masih terus menjadi tantangan bangsa ini, tetapi pertumbuhan ekonomi sekitar 6,2 persen pada semester pertama 2008 bukanlah angka yang rendah.
                Pertumbuhan penjualan semen nasional (20 persen) pada Januari-Mei 2008 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2007 adalah menjadi 15,4 juta ton. Menurut pelaku usaha industri semen, karena volume pertumbuhan penjualan semen (20 persen) lebih dari dua kali pertumbuhan ekonomi (6,2 persen), dapat didefinisikan sebagai pertumbuhan yang tinggi.
                Di Pulau Jawa pertumbuhan penjualan semen adalah 15 persen, sedangkan di luar Jawa tumbuh lebih tinggi, yaitu 19 persen di Sumatera, bahkan tumbuh 32 persen di Kalimatan dan Sulawesi.
                Pertumbuhan ekonomi di luar Jawa didorong oleh tingginya harga komoditas pertambangan dan perkebunan.
                Selain semen, volume penjualan sepeda motor nasional juga spektakuler, meningkat 44 persen pada periode Januari-Mei 2008 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2007.
                Volume penjualan mobil tumbuh 48 persen pada periode Januari-Juni 2008 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2007. Bahkan, setelah kenaikan harga BBM, pada bulan Juni volume penjualan mobil naik 7 persen dibandingkan dengan bulan Mei.
                Fenomena apa yang sedang terjadi? Apakah kenaikan inflasi dan kenaikan harga BBM hanya akan terasa dampaknya terhadap pelambatan ekonomi pada semester II-2008? Atau ekonomi Indonesia sedang dalam situasi ”agak overheating” sehingga perlu didinginkan demi stabilitas ekonomi jangka panjang?
                Jika kita melihat tiga faktor, angka pertumbuhan impor nonmigas, pertumbuhan uang beredar, dan inflasi di luar Jawa, saya cenderung berpendapat bahwa kita berada dalam situasi ”agak overheating”.
                Jadi, inflasi yang terjadi (11 persen per Juni 2008) bukan hanya disebabkan oleh kenaikan harga komoditas, melainkan juga ada faktor demand pull inflation (kenaikan permintaan ekonomi domestik).
                Pada periode Januari-Mei 2008, impor nonmigas di luar kawasan berikat tumbuh 28 persen, sedangkan ekspor nonmigas tumbuh 22 persen. Jika kita tambahkan angka impor nonmigas di dalam kawasan berikat periode Januari-Mei 2008 (sekitar 10 miliar dollar AS), kemungkinan angka pertumbuhan impornya bisa lebih tinggi lagi.
                Pertumbuhan jumlah uang primer pada bulan Juni 2008 tumbuh hampir 21 persen dibandingkan Juni tahun 2007. Angka inflasi bulanan di banyak kota di luar Jawa juga lebih tinggi daripada kota di Jawa, yang sebagian disebabkan oleh kenaikan biaya transportasi, tetapi sebagian mungkin juga disebabkan kuatnya permintaan.
                Dengan melihat fakta di atas, apa pesan yang ditangkap dari pidato Gubernur BI minggu lalu di Lombok? Berhubung pertumbuhan ekonomi masih cukup tinggi, fokus perhatian BI sekarang akan lebih kepada pengendalian inflasi dan stabilitas ekonomi makro.
                Intinya, BI ingin menurunkan ekspektasi masyarakat terhadap inflasi. Jika ekspektasi inflasi tidak bisa turun, suku bunga dalam jangka panjang sulit untuk turun.
                Untuk menurunkan ekspektasi inflasi, kebijakan moneter ke depan harus sedikit lebih ketat. Selain itu, agar laju pertumbuhan impor tidak terlalu tinggi, demi menjaga surplus neraca perdagangan, kebijakan moneter perlu sedikit diperketat.
                Harga minyak beberapa hari terakhir memang turun di bawah 130 dollar AS per barrel, tetapi tidak ada jaminan bahwa harga minyak tidak akan melonjak lagi ke 150 dollar AS per barrel pada tahun 2009.

Pengantar Ilmu Ekonomi Makro

                Ilmu Ekonomi Makro merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang mengkhususkan mempelajari mekanisme bekerjanya perekonomian secara keseluruhan.[1] Tujuan ilmu ekonomi makro adalah untuk memahami peristiwa ekonomi dan untuk memperbaiki kebijakan ekonomi.[2] Pengantar Mikro dan Makro, penulis : Iskandar Putong, penerbit : Mitra Wacana Media</ref> Hubungan yang dipelajari pada ilmu ekonomi makro adalah hubungan variabel keseluruhan.[  Variabel-variabel itu diantaranya tingkat pendapatan nasional, konsumsi rumah tangga, investasi nasional, tingkat tabungan, belanja pemerintah, tingkat harga-harga umum, jumlah uang yang beredar, tingkat bunga, kesempatan bekerja, neraca pembayaran, dan lain-lain.

 

 

 

Inflasi

                Inflasi adalah naiknya harga-harga komoditi yang disebabkan tidak singkronnya antara program sistem pengadaan komoditi dengan tingkat pendapatan yang dimiliki oleh masyarakat. Inflasi bukanlah masalah yang terlalu berarti jika keadaan tersebut diiringi oleh tersedianya komoditi yang diperlukan secara cukup dan ditimpali dengan naiknya tingkat pendapatan yang lebih besar. Manusia dan Prilaku Ekonomi, penulis : Endro Sariono ; Slamet Subekti; Burhanuddin A. Usman; M. Jaharuddin; dan M. Alwi, penerbit : exact Ganeca</ref> Biaya produksi untuk menghasilkan komoditi semakin tinggi yang menyebabkan harga jualnya menjadi relatif tinggi, disisi lain tingkat pendapatan masyarakat relatif tetap. Maka, barulah inflasi ini menjaadi membahayakan jika berlangsung dalam waktu yang relatif lama dengan porsi berbanding terbalik antara tingkat inflasi terhadap tingkat pendapatan

Pengangguran

                Pengangguran terjadi disebabkan karena adanya kesenjangan antara penyediaan lapangan kerja dengan jumlah tenaga kerja yang mencari pekerjaan. Pengangguran bisa juga terjadi meskipun jumlah kesempatan kerja tinggi akan tetapi terbatasnya informasi, perbedaan dasar keahlian yang tersedia dari yang dibutuhkan atau bahkan dengan sengaja memilih untuk menganggur. Pengangguran selalu saja ada dalam suatu perekonomian, maka sebenarnya pengangguran itu bukanlah masalah berat dan membahayakan, karena sesuatu yang selalu ada dan bahka harus selalu ada termasuk hal yang sangat menguntungkan bila bisa dikelola dengan baik dalam kondisi yang juga baik

Neraca Pembayaran

                Neraca pembayaran adalah catatan tentang transaksi ekonomi internasional suatu negara terhadap negara lainnya dalam kurun waktu tertentu. Dalam neraca pembayaran akan terlihat kemampuan penduduk suatu negara terhadap penduduk negara lain yang tercermin dari defisit atau surplusnya suatu perdagangan dan keluar masuk modal. Sepintas akan sangat menguntungkan jika neraca pembayaran suatu negara mengalami surplus dan sangat merugikan defisit, tetapi tidak demikian kenyataan dalam politik ekonomi.
                                                               


1 komentar:

  1. Terimakasih atas informasinya, sangat membantu.
    salam kenal dari saya mahasiswa fakultas Ekonomi :)

    BalasHapus

komentt yoo..